*Syarat Utama*
“Nanti kalo pulangnya di jemput Dafi, suruh ke rumah ya, ada
yang mau di omongin...”
Deg! Itulah ucapan Ibu saat aku menuruni anak tangga...
Dengan hati yang bercampur aduk, Aku beranikan diri
bertanya...
“Memangnya mau nanya apa, Bu?” Perasaanku sudah tak karuan,
mendengar jawaban yang akan dikatakan Ibu...
“Ga.. Ibu sekedar mau tes saja, seputar Shalat... Ibu ingin
tau, apakah dia mengerjakan yang 5 waktu atau tidak. Ya.. meskipun dia keluaran
dari Pesantren, ga menjamin kan... Soalnya kemaren Ibu dapet kabar dari kakak
kamu, pas dia datang ke rumah, dia ga Shalat. Makanya Ibu mau tanya, dia bisa
jawab apa ga...“
Aku langsung lemas seketika. Otakku berputar tentang
penjelasan Ibu... “Apakah harus Ibu
menanyakan itu saat ini?”
“Ya! Ibu harus tanyakan ini secepatnya. Sebelum semuanya
terlampau jauh..” kata-kata itu keluar dengan tegasnya dari mulut Ibu...
“Syarat utama adalah agama... ini adalah pondasi untuk
memulai perjalanan hidup kalian. Jika yang menjadi dasar sudah rentan,
bagaimana selanjutnya....” seketika hening menyelimuti...
“Ibu ingin kau bahagia, Ibu ingin kelak kau mendapatkan imam
yang baik untukmu dan untuk anak-anakmu... Ibu hanya inginkan yang terbaik
untukmu nak...”
Tak terasa air mata ku menetes mendengar penjelasan Ibu..
sungguh menyentuh hatiku... Ibu yang terlihat keras, namun jauh dilubuk hatinya
Ia adalah sosok wanita yang lembut, penuh dengan kasih sayang...
“Ibu...” seketika aku memeluk tubuhnya... erat...
Dengan sedikit terisak, dan suara parau akibat ledakan emosi,
aku berusaha mengatakan...“Terimakasih...”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar